Website masih dalam pengembangan. Informasi yang ditampilkan mungkin tidak akurat. Mohon periksa kembali untuk informasi terbaru!
mtsalimanbulus.sch.id_hero_section_2
Bulus, Gebang, Purworejo, ID, 54191
PPDB
KREATIVITAS DALAM SETIAP GORESAN – Filosofi Pensil dan Inspirasi Hidup
Home » Kreativitas  »  KREATIVITAS DALAM SETIAP GORESAN – Filosofi Pensil dan Inspirasi Hidup

Pagi yang cerah, matahari cemerlang gembira menyaksikan para pelajar menyambut tahun ajaran baru. Sekolah dan Pendidikan merupakan satu dari sekian aspek yang diperjuangkan semua orang untuk bekal menghadapi kehidupan. Orang tua banyak mengupayakan pemenuhan kebutuhan sekolah baik pakaian, peralatan sekolah, juga pilihan Lembaga Pendidikan yang terbaik untuk putra-putrinya.  Seseorang aktifis Pendidikan dari Pakistan, Malala Yousafzai pernah berkata dalam sebuah forum “one child, one teacher, one pen and one book can change the world”. Begitu dahsyatnya kekuatan Pendidikan, kita dapat mengubah dunia dengan pena dan buku.

Bagi sebagian orang, pensil adalah kenangan masa kecil. Ketika beranjak dewasa, alat tulis menulis sudah tergantikan dengan bolpoin. Beberapa orang masih menggunakan karena pekerjaan atau sekedar hobi. Pensil sebagai alat tulis menulis sederhana yang pertama kali dikenalkan oleh guru ataupun orang tua kita. Pensil sebagai simbol kecil memiliki makna besar dalam mendidik generasi muda. Bahkan, sebuah penelitian oleh Anthony Dio Martin seorang filsuf Jepang mengemukakan tentang tiga filosofi pensil. Berikut penjabarannya.[1]

  1. Pensil adalah alat. Apapun bisa di tulis oleh pensil, semua tergantung penulisnya.

Makna filosofinya:

Setiap orang diberikan kehidupan, semua tergantung diri kita sendiri entah mau menulis cerita yang indah atau sebaliknya. Semua orang punya kesempatan untuk berbuat sesuatu. Tergantung diri kita sendiri mau menuliskan apa dihidup kita. Tugas kita hanya bisa mengusahakan sebaik-baiknya.

  • Pensil bisa dihapus.

Makna filosofinya:

Dalam menjalani kehidupan ini, kita memang berharap dan berusaha melakukan sesuatu tugas dan tanggung jawab dengan benar. Namun sebagai manusia, Kita tidak akan terlepas dari kesalahan dan berbagai hal lain yang sifatnya manusiawi. Maka seperti halnya pensil, kita harus siap dihapus demi terus memperbaiki tulisan kehidupan kita.

  • Pensil harus diraut, dipertajam atau diruncingkan.

Makna filosofinya:

Agar menjadi pribadi yang berguna dan berfungsi optimal, seseorang akan mengalami proses penajaman. Memang tidak mudah, berbagai cobaan dan tantangan, disakiti, dilukai, dan lain sebagainya. Dengan hal itu, kita menjadi terasah dan semakin baik. Namun jika kita tak sabar, kita tak pernah akan menjadi runcing. Dan yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia. Seperti halnya pensil, bukan pada secantik apa kulit luarannya, tapi kualitas didalam pensil lah yang akan membawa pada tulisan yang indah.

Mudahan tulisan ini menjadi pemantik bagi kita untuk terus berproses kearah yang lebih baik setiap harinya. Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasil berharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang hebat dan spektakuler, mari jadi hamba yang bermanfaat, seperti hadist nabi Muhammad saw. خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

salam literasi.

DAFTAR PUSTAKA

Martin, A. D. (2014). Smart Emotion. Gramedia.


[1] Martin, Anthony Dio. Smart Emotion. Gramedia: 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WA