Pesatnya perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah kehidupan. Namun tidak semua berdampak positif. Menurut Bona Pagosit dalam Studenterpelajar Sejarah gadget tidak terlepas dari kemunculan Motorola Dynatac pada 1973 yang dikembangkan oleh Martin Cooper. Ukuran hp Dynatac saat itu sangatlah besar dan bobotnya juga mencapai 1KG. Motorola Dynatac hanya bisa menelepon saja, tidak ada fitur SMS karena belum ditemukan. Fitur SMS baru bisa ditemukan setelah sekitar 20 tahun kemudian. Pada 1983 Motorola baru bisa memproduksi hp untuk dijual secara resmi, yaitu Motorola Dynatac 9800x, tetap tak punya fitur SMS, ukurannya hanya diperkecil sedikit, bobotnya juga masih cukup berat. Baterainya mampu bertahan selama 8 jam. Harganya pun terlampau mahal bahkan untuk inflasi zaman sekarang. Saat itu hp ini dibanderol dengan harga USD 4000, sehingga hanya para sultan yang bisa membelinya atau dalam kata lain tidak semua orang dapat memilikinya. Kemudian gadget mulai berkembang dari tahun ke tahun. Pada saat ini, kondisi tersebut sangat berlawanan gadget menyediakan segala macam aplikasi cerdas dan fitur-fitur yang menarik seperti kamera, perekam video, musik dll menjadi daya pikat.
Semua informasi dari penjuru dunia dapat diakses hanya melalui gadget, bahkan buku sekarang dapat diakes melalui gadget yang diberi nama e-book sehingga minat (khususnya) anak-anak terhadap buku cetak menurun. Bentuknya yang besar, berat, hanya berisi tulisan membuat anak-anak makin bosan untuk membaca buku. Melansir dari Kompas Turunnya minat anak-anak terhadap buku memiliki 3 faktor, pertama orang tua kurang menyadari bahwa membaca sejak dini itu penting, kedua perpustakaan sekolah menyediakan buku yang kurang menarik bagi anak-anak, ketiga masyarakat kurang peduli untuk mendirikan taman bacaan.
Hal tersebut membuat dunia Pendidikan kelimpungan untuk menciptakan buku yang menarik dengan menambah gambar di setiap materi, membubuhkan warna di setiap gambar dan menyediakan cerita-cerita yang menarik di materi pelajaran. Sudah dibuat sedemikian rupa menariknya sebuah buku, nyatanya minat anak-anak terhadap buku belum mengalami kenaikan. Anak-anak banyak menghabiskan waktu dengan memandang gadget bahkan sampai lupa waktu karena gadget terlalu candu.
